Kondisi MedisSistem Syarat
Kesemutan Tak Kunjung Hilang: Kapan Normal dan Kapan Perlu Diperiksakan?
Kesemutan Tak Kunjung Hilang, Bisakah Menjadi Tanda Tumor Otak?
Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Tubuh Kesemutan?
Hampir semua orang pernah mengalami kesemutan. Sensasinya dapat berupa rasa seperti ditusuk jarum, geli, terbakar, baal, atau mati rasa pada tangan, kaki, lengan, maupun bagian tubuh lainnya. Dalam istilah medis, sensasi kesemutan disebut parestesia. Keluhan ini terjadi ketika sistem saraf sensorik menerima atau meneruskan sinyal yang tidak sebagaimana mestinya. Pada banyak kasus, penyebabnya sederhana dan bersifat sementara, misalnya duduk bersila terlalu lama, tertidur dengan tangan tertekan, atau mempertahankan posisi tertentu dalam waktu lama. Kesemutan sementara biasanya membaik setelah posisi tubuh diubah dan tekanan pada saraf berkurang. Namun, kesemutan yang terus berulang, berlangsung lama, semakin luas, atau disertai kelemahan tubuh perlu diperiksa untuk mencari penyebabnya. Kementerian Kesehatan juga menyarankan kewaspadaan ketika kesemutan sering muncul atau menetap karena penanganannya perlu disesuaikan dengan penyakit yang mendasarinya.Saraf bekerja sebagai jaringan komunikasi antara otak, sumsum tulang belakang, dan seluruh tubuh. Saraf sensorik membawa informasi mengenai sentuhan, tekanan, suhu, dan nyeri menuju otak. Ketika saraf tertekan, mengalami iritasi, kekurangan suplai darah, atau mengalami kerusakan, penghantaran sinyal dapat terganggu. Otak kemudian menerjemahkannya sebagai: rasa tertusuk-tusuk; kebas atau mati rasa; sensasi panas atau terbakar; rasa seperti tersetrum; peningkatan kepekaan terhadap sentuhan; atau berkurangnya kemampuan merasakan suhu dan nyeri. Kesemutan sementara setelah duduk atau tidur dalam posisi tertentu umumnya tidak berbahaya.NHS menyarankan pemeriksaan apabila kesemutan terus terjadi atau bertahan lama.Penyebab Kesemutan yang Lebih Sering Terjadi :
- Tekanan sementara pada saraf Ini merupakan penyebab paling umum. Tekanan pada saraf dan pembuluh darah kecil di sekitarnya dapat mengganggu penghantaran impuls untuk sementara. Contohnya: duduk bersila terlalu lama; menumpukan berat badan pada salah satu tangan; tidur dengan lengan tertekuk; menggunakan sepatu terlalu sempit; atau mempertahankan posisi yang sama terlalu lama. Keluhan biasanya mereda dalam beberapa menit setelah posisi diubah.
- Saraf terjepit. Saraf dapat mengalami tekanan pada leher, punggung, pinggang, pergelangan tangan, atau bagian tubuh lainnya. Lokasi kesemutan dapat memberi petunjuk mengenai saraf yang terganggu. Sebagai contoh, carpal tunnel syndrome terjadi akibat tekanan pada saraf median di pergelangan tangan dan biasanya menyebabkan kesemutan atau mati rasa pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, serta sebagian jari manis. Saraf yang teriritasi di leher juga dapat menyebabkan rasa nyeri, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada lengan dan tangan.
- Neuropati perifer. Neuropati perifer adalah kerusakan pada saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Keluhannya sering dimulai dari telapak kaki atau tangan, kemudian berkembang secara bertahap. Gejalanya dapat meliputi: kesemutan; mati rasa; nyeri terbakar; sensitivitas berlebihan; kehilangan keseimbangan; kelemahan otot; atau luka pada kaki yang tidak disadari karena berkurangnya sensasi. Diabetes merupakan salah satu penyebab penting neuropati perifer. Kondisi lain seperti penyakit ginjal, konsumsi alkohol berlebihan, penyakit autoimun, infeksi tertentu, efek obat, atau cedera juga dapat merusak saraf. Kesemutan, kehilangan sensasi pada kaki, kelemahan, dan gangguan keseimbangan sebaiknya dinilai oleh tenaga medis.
- Kekurangan vitamin B12. Vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah dan pemeliharaan fungsi saraf. Kekurangannya dapat menimbulkan: kelelahan; tubuh lemah; kulit pucat; gangguan keseimbangan; gangguan ingatan; serta kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki. National Institutes of Health menyebutkan bahwa mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki dapat menjadi tanda masalah saraf akibat kekurangan vitamin B12. Namun, tidak semua kesemutan berarti kekurangan vitamin. Pemeriksaan dan penilaian dokter diperlukan sebelum mengonsumsi suplemen dosis tinggi.
- Gangguan sirkulasi dan pembuluh darah. Aliran darah yang tidak optimal dapat menimbulkan sensasi dingin, nyeri, kesemutan, atau mati rasa. Penyebabnya dapat berupa penyempitan pembuluh darah, kebiasaan merokok, diabetes, atau gangguan vaskular lainnya.
- Infeksi dan peradangan saraf. Beberapa infeksi dapat memengaruhi jaringan saraf. Herpes zoster, misalnya, dapat menyebabkan nyeri, gatal, kesemutan, atau mati rasa pada area tertentu, biasanya diikuti ruam pada salah satu sisi tubuh. Pada Guillain–Barré syndrome, kesemutan dan kelemahan sering dimulai dari kaki, kemudian dapat menyebar ke lengan dan wajah. Dalam kondisi berat, otot pernapasan dapat ikut terpengaruh sehingga membutuhkan pertolongan medis segera.
- Efek obat dan zat tertentu. Obat kemoterapi tertentu, sebagian antibiotik, obat antikejang, atau paparan zat toksik dapat menyebabkan neuropati. Jangan menghentikan obat sendiri. Konsultasikan dengan dokter apabila kesemutan muncul setelah memulai pengobatan tertentu.8. Kecemasan dan hiperventilasi Pernapasan terlalu cepat saat cemas dapat mengubah kadar karbon dioksida dalam darah dan menimbulkan kesemutan, terutama di sekitar mulut, jari tangan, atau kaki. Penyebab ini biasanya dipertimbangkan setelah kondisi medis lain dinilai.
Apakah Kesemutan Bisa Menjadi Gejala Tumor Otak?
Bisa, tetapi jarang dan biasanya bukan satu-satunya gejala. Tumor otak dapat memengaruhi fungsi tubuh sesuai lokasi, ukuran, kecepatan pertumbuhan, dan tekanan yang ditimbulkannya pada jaringan otak. Apabila tumor mengenai area yang mengatur sensasi atau gerakan, pasien mungkin mengalami mati rasa atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu.Gejala tumor otak dapat mencakup:- sakit kepala yang baru muncul atau semakin berat;
- kejang;
- kelemahan pada satu sisi tubuh;
- gangguan keseimbangan atau berjalan;
- perubahan penglihatan, pendengaran, atau kemampuan berbicara;
- mual atau muntah berulang;
- perubahan perilaku, daya ingat, konsentrasi, atau kepribadian;
- serta rasa mengantuk atau perubahan tingkat aktivitas.
“Kesemutan yang menetap umumnya bukan disebabkan oleh tumor otak. Namun, bila disertai kelemahan pada satu sisi tubuh, kejang, sakit kepala progresif, gangguan bicara, penglihatan, atau keseimbangan, diperlukan pemeriksaan medis untuk menyingkirkan gangguan pada otak dan sistem saraf.”
Kapan Kesemutan Menjadi Keadaan Darurat?
Kesemutan yang muncul secara mendadak, terutama pada satu sisi tubuh, perlu dianggap serius karena dapat menjadi tanda stroke. Kementerian Kesehatan menggunakan pedoman “SeGeRa Ke RS”:Senyum tidak simetris;Gerak salah satu sisi tubuh melemah mendadak;Ra atau bicara pelo, tidak jelas, atau sulit memahami pembicaraan;Kebas atau kesemutan pada separuh tubuh;Rabun atau gangguan penglihatan mendadak;Sakit kepala hebat atau gangguan keseimbangan mendadak.Segera cari pertolongan darurat apabila kesemutan disertai: wajah mencong; satu tangan atau kaki mendadak lemah; kesulitan bicara atau memahami perkataan; gangguan penglihatan mendadak; pusing berat atau kehilangan keseimbangan; sakit kepala sangat hebat yang muncul tiba-tiba; penurunan kesadaran; atau kejang pertama kali.
Stroke adalah kegawatdaruratan medis. Penanganan tidak boleh ditunda untuk menunggu gejala menghilang.WHO menjelaskan bahwa stroke terjadi ketika aliran darah menuju bagian otak terhenti akibat sumbatan atau perdarahan dan memerlukan pertolongan segera. Tanda darurat lain Segera ke fasilitas kesehatan apabila kesemutan atau mati rasa disertai: kelemahan yang cepat memburuk; sulit berjalan; sesak atau sulit bernapas; mati rasa di sekitar bokong atau alat kelamin; tidak dapat menahan atau mengeluarkan urine; kehilangan kontrol buang air besar; atau kesemutan setelah cedera kepala, leher, atau tulang belakang. Kombinasi mati rasa pada kedua kaki, perubahan kontrol kandung kemih atau usus, serta hilangnya sensasi di area genital dapat menandakan tekanan serius pada saraf tulang belakang.
Kapan Sebaiknya Membuat Janji dengan Dokter?
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan apabila: kesemutan bertahan beberapa hari atau terus berulang; keluhan muncul di area yang sama; area mati rasa semakin luas; kesemutan mengganggu tidur atau aktivitas; terdapat kelemahan atau sering menjatuhkan benda; keseimbangan terganggu; terdapat luka kaki yang sulit sembuh; memiliki diabetes; baru mulai menggunakan obat tertentu; atau terdapat sakit kepala, gangguan penglihatan, dan perubahan fungsi saraf lainnya. Tidak perlu langsung berasumsi bahwa penyebabnya adalah penyakit berat. Tujuan pemeriksaan adalah menemukan masalah yang lebih umum dan dapat ditangani lebih dini.Bagaimana Dokter Mencari Penyebab Kesemutan?
Dokter biasanya akan menanyakan: kapan keluhan mulai terjadi; apakah muncul mendadak atau bertahap; bagian tubuh yang terdampak; apakah hanya satu sisi atau kedua sisi; berapa lama berlangsung; posisi atau aktivitas yang memicunya; riwayat diabetes, penyakit ginjal, atau gangguan tiroid; pola makan; penggunaan obat dan suplemen; serta gejala lain yang menyertai. Pemeriksaan fisik dapat mencakup kekuatan otot, refleks, keseimbangan, koordinasi, serta kemampuan merasakan sentuhan, suhu, dan getaran.Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mungkin mempertimbangkan:- pemeriksaan gula darah atau HbA1c;
- kadar vitamin B12;
- fungsi ginjal dan tiroid;
- pemeriksaan elektrolit; studi konduksi saraf;
- elektromiografi; atau MRI maupun CT scan apabila terdapat indikasi gangguan otak atau tulang belakang. Pemeriksaan pencitraan tidak selalu diperlukan untuk setiap kasus kesemutan.
Cara Menjaga Kesehatan Saraf
- Aktif bergerak. Hindari duduk dalam posisi yang sama terlalu lama. Lakukan peregangan dan ubah posisi secara berkala, terutama saat bekerja di depan komputer atau melakukan perjalanan panjang.
- Kendalikan gula darah. Pada penderita diabetes, pengendalian gula darah merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko kerusakan saraf.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang. Utamakan makanan yang menyediakan protein, vitamin, mineral, lemak sehat, sayur, dan buah. Sumber vitamin B12 antara lain ikan, daging, telur, susu, serta pangan yang difortifikasi.
- Hindari rokok dan batasi alkohol. Merokok dapat mengganggu kesehatan pembuluh darah, sedangkan konsumsi alkohol berlebihan dapat berkaitan dengan kerusakan saraf dan kekurangan nutrisi.
- Gunakan posisi kerja yang ergonomis. Atur tinggi kursi, meja, layar, dan posisi pergelangan tangan. Hindari menekan siku atau pergelangan tangan terlalu lama.
- Periksa kesehatan secara berkala. Tekanan darah, gula darah, kolesterol, fungsi ginjal, dan kondisi nutrisi dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah serta sistem saraf.